Berita

Jakarta Batasi Kapasitas RDF Rorotan, Atasi Bau dan Truk Tua

92
×

Jakarta Batasi Kapasitas RDF Rorotan, Atasi Bau dan Truk Tua

Sebarkan artikel ini
pramono-turunkan-kapasitas-pengolahan-sampah-rdf-rorotan-jadi-1000-ton
pramono turunkan kapasitas pengolahan sampah rdf rorotan jadi 1000 ton

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membatasi kapasitas pengolahan sampah di RDF Plant Rorotan menjadi 1.000 ton per hari. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas sebelumnya justru menimbulkan masalah baru, terutama keluhan warga terkait bau.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa pembatasan ini dilakukan setelah RDF Rorotan sempat beroperasi dengan kapasitas 2.000 hingga 2.500 ton sampah per hari.

“Masalahnya, sampah yang terkena hujan memicu pertumbuhan bakteri,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/11).

Bau tak sedap yang menyebar hingga ke permukiman menjadi pemicu utama evaluasi dan penurunan kapasitas.

Selain masalah bakteri, penggunaan truk pengangkut sampah yang sudah tua juga memperparah keadaan. Kebocoran air lindi dari truk-truk tersebut menambah intensitas bau tidak sedap.

Pramono meyakini, dengan kapasitas 1.000 ton per hari, operasional RDF Plant Rorotan akan lebih terkontrol dan minim dampak negatif.

“Dengan kapasitas ini, masyarakat bisa melihat cerobong yang bersih dan sampah yang teratur,” katanya.

Untuk memastikan kualitas sampah yang diolah, Pramono menambahkan bahwa sampah yang digunakan untuk RDF sebaiknya berusia 2 hingga 5 hari.

Pemprov DKI Jakarta juga berupaya mengatasi masalah truk tua dengan pengadaan 93 truk baru sejak 2024.

Pramono telah meminta percepatan pengadaan truk baru pada tahun 2025.

“Truk-truk lama akan dipindahkan ke lokasi lain,” pungkasnya.