Fenesia – Konten kreator dan aktivis Ferry Irwandi menjadi sorotan publik setelah diduga melakukan pelanggaran siber terkait pernyataannya mengenai algoritma internet. Dugaan ini ditemukan oleh Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigjen Juinta Omboh Sembiring, saat melakukan patroli siber.
Juinta menjelaskan bahwa temuan tersebut mengindikasikan adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Ferry Irwandi.
“Kami menemukan hasil dari patroli siber terdapat, kami temukan beberapa fakta-fakta dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Saudara Ferry Irwandi,” kata Juinta pada Selasa (9/9/2025).
Temuan tersebut telah dikonsultasikan Juinta ke Mapolda Metro Jaya. Dalam konsultasi itu, Juinta didampingi oleh Danpuspom TNI, Kababinkum TNI, dan Kapuspen TNI. Namun, hingga kini, Juinta belum mengungkapkan rincian lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Ferry.
Ferry Irwandi adalah pria kelahiran Jambi, 16 Desember 1991. Sejak duduk di bangku SMP, ia telah menunjukkan ketertarikan pada dunia seni. Ayahnya merupakan seorang dosen di Universitas Jambi, sementara ibunya bekerja di sektor swasta.
Meskipun memiliki minat di bidang seni, Ferry berhasil menempuh pendidikan di Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN), salah satu sekolah kedinasan di bawah Kementerian Keuangan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Central Queensland University Australia.
Setelah lulus kuliah, Ferry sempat berkarier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bagian hubungan masyarakat Kementerian Keuangan, menjabat sebagai videografer. Setelah mengabdi selama sepuluh tahun, ia memutuskan untuk berhenti sebagai PNS pada November 2022 dan memulai karier penuh waktu sebagai pembuat konten.
Ferry mulai aktif di platform YouTube sejak tahun 2010. Kanal YouTube-nya diisi dengan berbagai topik edukasi, termasuk politik, keuangan, filsafat Stoikisme, dan isu-isu sosial. Ia juga dikenal sering menyampaikan kritik terhadap berbagai fenomena negatif, seperti promosi judi online oleh sejumlah influencer.
Popularitasnya semakin meningkat setelah ia menjadi bintang tamu dalam siniar “Close the Door” milik Deddy Corbuzier pada April 2022. Pada tahun 2023, Ferry bersama beberapa selebriti internet seperti Jerome Polin dan Coki Pardede meluncurkan Malaka Project di Djakarta Theater. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan sebagai kontribusi terhadap visi Indonesia Emas 2045.
Selain itu, Ferry juga kerap berkolaborasi dengan tokoh-tokoh publik lainnya, antara lain Fathia Izzati, Rizky Arief Dwi Prakoso, Cania Citta, Aurelia Vizal, Angellie Nabilla, dan Dea Anugrah.













