Jakarta – Indonesia berpotensi menjadi lumbung pangan dunia berkat kemampuan swasembada sejumlah komoditas strategis.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan Indonesia telah mandiri dalam memenuhi kebutuhan beras, telur, daging ayam, cabai, dan bawang merah.
“Indonesia sudah sufficient di beberapa pangan strategis selain beras, seperti telur, daging ayam, cabai, dan bawang merah,” kata Arief dalam keterangan resmi, Selasa (18/6/2024).
Pernyataan ini merespons visi Presiden Prabowo Subianto tentang Indonesia sebagai lumbung pangan dunia yang disampaikan di Sidang Majelis Umum PBB ke-80.
Bapanas mendukung penuh visi tersebut dan menegaskan Indonesia mampu memproduksi komoditas pangan strategis di dalam negeri.
“Visi Indonesia jadi lumbung pangan dunia memang cita-cita Bapak Presiden, makanya kita harus swasembada pangan,” imbuh Arief.
Bapanas mencatat, produksi sejumlah komoditas pokok telah melampaui kebutuhan dalam negeri.
Pada 2025, produksi telur ayam diperkirakan mencapai 6,5 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi 6,2 juta ton. Daging ayam diproyeksikan mencapai 4,2 juta ton, di atas kebutuhan 3,8 juta ton.
Produksi cabai besar dan cabai rawit masing-masing mencapai 1,4 juta ton dan 1,6 juta ton, jauh melebihi kebutuhan 876 ribu hingga 958 ribu ton.
Bawang merah diproduksi 1,3 juta ton, dengan konsumsi dalam negeri 1,1 juta ton. Semester pertama 2025 mencatatkan ekspor 128 ton, dan target 5 ribu ton tambahan di semester kedua.
“Untuk beras, itu projection sampai Oktober produksinya 31 juta ton. Artinya kita masih ada surplus sekitar hampir 3 juta ton,” ungkap Arief.
Meski demikian, Arief berharap tidak terjadi bencana atau gangguan produksi yang dapat mempengaruhi stabilitas pangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras Januari-Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,04 juta ton, melebihi total produksi 2024.







