Manggarai Barat – Banjir bandang menerjang Kecamatan Tana Wawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (20/3) sore. Akibatnya, akses ke sepuluh desa terisolasi.
Crossway Lowo Regi di Desa Masabewa putus total akibat banjir.
Camat Tana Wawo, John Oriwis NS, menyebut crossway itu adalah jalur utama penghubung antar desa.
“Saat ini saya berada di lokasi, dan Crossway Lowo Regi putus akibat banjir kemarin sore. Ini adalah jalur utama bagi kami,” kata John, Minggu (22/3).
Putusnya crossway membuat lalu lintas dan mobilitas warga lumpuh. Crossway adalah jembatan darurat dari batu dan semen yang dibangun melintasi aliran air.
Kondisi ini berdampak pada pelayanan kesehatan. Proses rujukan pasien dari Puskesmas Wolofeo ke RSUD Tzc Hillers Maumere terhambat.
“Malam tadi, rujukan pasien harus dilakukan secara bertahap. Pasien diangkut dengan mobil pikap hingga ke titik Lowo Regi, lalu harus dipindahkan ke mobil lain yang sudah menunggu di seberang sungai,” jelasnya.
Selain Crossway Lowo Regi, Sungai Lowo Lamba juga rawan banjir. Kedua lokasi ini menjadi urat nadi transportasi yang selalu terancam bencana.
John sudah melaporkan kejadian ini ke Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan berkoordinasi dengan Dinas PUPR setempat. Ia menekankan pentingnya perbaikan segera.
Saat pemantauan, John didampingi Kepala Desa Masabewa Geradus Erasmus, Kapospam Tana Wawo Aiptu Fransiskus Lister, dan Bhabinkamtibmas Desa Masabewa Aipda Kadek Maradona.
Pihaknya berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan dan penanganan.







