JAKARTA – Pohon raksasa tumbang di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025), lumpuhkan lalu lintas dan mengganggu operasional Moda Raya Terpadu (MRT). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi insiden ini disebabkan oleh angin kencang, sementara temuan lain mengungkap akar pohon yang keropos dimakan rayap.
Insiden tersebut membuat layanan MRT Jakarta harus diperpendek, hanya melayani rute dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Blok M. Pramono Anung menjelaskan bahwa angin kencang telah mencabut pohon hingga ke akar-akarnya.
Pramono mengakui bahwa Jakarta sedang dilanda cuaca ekstrem, menyebabkan banyak pohon tak mampu bertahan dari terpaan angin kencang. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta tercatat sudah merapikan lebih dari 62.000 pohon di berbagai wilayah.
Uniknya, pohon yang tumbang di Jalan Sisingamangaraja maupun Jalan Dharmawangsa beberapa waktu lalu, tidak berada di pinggir jalan. Dengan demikian, pohon-pohon tersebut sebenarnya bukan merupakan target Distamhut Jakarta untuk dirapikan, berbeda dengan yang di Pondok Indah.
Meskipun demikian, Gubernur Pramono menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta Distamhut kembali menyisir dan merapikan pohon-pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan warga.
Langkah antisipasi ini dinilai sangat krusial mengingat Jakarta sedang memasuki musim penghujan dan rawan bencana. Status siaga banjir dan cuaca ekstrem di Jakarta diprediksi akan berlangsung hingga Februari mendatang.
Di sisi lain, Lurah Gunung Elvita Rahmadani mengungkapkan temuan penting terkait penyebab tumbangnya pohon mahoni berusia lebih dari 100 tahun itu. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa akar pohon tersebut sudah keropos karena dimakan rayap.
“Kalau kami lihat kasat mata kan itu masih sehat ya pohonnya, ternyata di bawah pohonnya itu akarnya sudah keropos dimakan rayap,” terang Elvita. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kerusakan akar menjadi penyebab pohon tersebut tiba-tiba roboh.







