Jakarta Selatan – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri adalah institusi sipil yang lahir dari reformasi. Polri memiliki amanat konstitusi untuk melayani dan melindungi masyarakat.
Penegasan ini disampaikan saat acara Buka Puasa Bersama di STIK/PTIK Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Acara ini bertujuan memperkuat sinergi Polri dengan ormas, OKP, mahasiswa, dan masyarakat sipil.
Sigit menjelaskan, mandat Polri sebagai institusi sipil tertuang dalam berbagai regulasi. Mulai dari Ketetapan MPR hingga UUD 1945 dan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri.
“Polri merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pasca reformasi 1998, Polri ditempatkan sebagai civilian police. Polri mengedepankan prinsip to serve and protect dan mengamalkan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja.
Sigit menyebut Polri dan masyarakat sipil sama-sama “anak kandung reformasi”. Keduanya memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal demokrasi.
Masyarakat berperan melakukan check and balances. Polri berkewajiban menjaga keamanan dan ketertiban.
“Polri siap menjadi fasilitator dan mediator agar proses penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib,” katanya.
Ia mengingatkan agar ruang demokrasi tidak disusupi pihak yang ingin membuat kerusuhan. Hal itu dapat mengganggu stabilitas nasional dan pertumbuhan ekonomi.
Sigit mengakui Polri belum sempurna dan meminta maaf jika ada tindakan oknum yang mencederai keadilan. Ia menegaskan komitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran secara transparan dan akuntabel.
“Polri senantiasa terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari upaya perbaikan menuju Polri yang semakin presisi dan benar-benar berada di hati rakyat,” ujarnya.
Kapolri mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Sinergi antara Polri dan masyarakat sipil menjadi kunci menghadapi tantangan global.
“Kesatuan dan persatuan adalah modal utama bangsa untuk membangun dan mencapai tujuan nasional,” kata Sigit.
Acara ini menjadi momentum silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Tujuannya memperkuat komitmen bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlangsungan demokrasi.














