EcozonePolitik

Gus Yahya Tolak, Ajak Islah, Usul Muktamar Akhiri Polemik

177
×

Gus Yahya Tolak, Ajak Islah, Usul Muktamar Akhiri Polemik

Sebarkan artikel ini
tak-sudi-terima-kepengurusan-inkonstitusional,-gus-yahya-ajak-kiai-miftah-islah-dan-susun-muktamar
tak sudi terima kepengurusan inkonstitusional, gus yahya ajak kiai miftah islah dan susun muktamar

Jakarta – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menolak hasil musyawarah dan rapat pleno kubu KH Miftachul Akhyar.

Gus Yahya menilai manuver pihak Rais Aam PBNU tidak memiliki dasar hukum yang jelas, terutama dalam AD/ART organisasi.

“Keputusan Rapat Syuriah di Hotel Aston pada 20 November 2025 dan seluruh keputusan turunannya, hingga klaim penetapan pejabat ketua umum adalah tindakan yang tidak memiliki dasar bahkan bertentangan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atau AD/RT dan dengan sendirinya batal demi hukum,” kata Gus Yahya di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).

Gus Yahya menolak patuh pada hasil rapat yang mengklaim pemecatan dirinya dan menetapkan Pj Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa.

“Saya menolak keputusan tersebut dan seluruh produk turunannya. Bukan karena kepentingan pribadi melainkan demi menjaga marwah dan tatanan organisasi yang diwariskan dari para muassis (pendiri NU -red),” tegasnya.

Gus Yahya mengajak semua pihak bersatu dan merawat ukhuwah organisasi.

“Saya mengajak semua pihak untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru dengan semangat persaudaraan atau ukhuwah,” serunya.

Ia mengusulkan muktamar sebagai sarana konstitusional untuk mengakhiri dinamika yang gaduh.

“Mari kita bersama-sama dalam semangat musyawarah menyiapkan Muktamar yang legimated dan sesuai dengan AD/ART Nahdlaltul Ulama, sebagai jalan keluar yang terhormat dan konstitusional untuk menyelesaikan semua persoalan dan membawa NU melangkah ke masa depan yang lebih baik,” tutur Gus Yahya.

Menurutnya, islah adalah cara terbaik untuk menyudahi polemik di tubuh PBNU.

“Sebagaimana juga telah saya tegaskan dalam kesempatan musyawarah di Pondok Pesantren Lirboyo yang lalu, bahwa sejak awal sejak detik pertama, saya menginginkan islah, saya menyerukan islah,” terangnya.

Namun, islah yang dimaksud adalah upaya yang jernih, bukan agenda settingan yang merumuskan perpecahan.

“Islah yang saya maksudkan adalah islah yang saya katakan binaan alal haq, islah yang dibangun di atas kebenaran, di atas prinsip-prinsip tatanan organisasi yang benar, bukan islah binaan alal bathil, bukan islah yang dibuat atas dasar kebatilan atau hal-hal yang tidak benar, baik menurut standar norma etika aturan universal maupun menurut tatanan AD/ART,” jelas Gus Yahya.

Gus Yahya mengajak semua pihak, termasuk Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, untuk saling memaafkan.

“Adapun di luar luar itu, kita saling memaafkan, mari kita kembali pada persaudaraan di atas semua. Untuk selanjutnya kita menyiapkan muktamar bersama-sama,” paparnya.

Muktamar akan memberikan kesempatan kepada seluruh pihak yang memiliki hak suara untuk menentukan arah organisasi.

“Ini adalah jalan yang baik dan juga jalan satu-satunya yang sungguh bermartabat dan konstitusional, sungguh menjamin organisasi persaudaraan di antara kita semua maupun keutuhan tatanan,” pungkasnya.