Makassar – Kepolisian memastikan kondisi sekitar Asrama Papua Makassar, Sulawesi Selatan, telah kondusif pascakericuhan yang terjadi Jumat siang (19/12/2025), meski sejumlah personel tetap siaga di lokasi.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan kericuhan berawal dari unjuk rasa sejumlah mahasiswa Papua dalam rangka memperingati Hari Trikora.
Aksi yang semula damai di Monumen Mandala Makassar berubah ricuh ketika massa kembali ke asrama dan memblokir jalan protokol, memicu gesekan dengan ormas dan warga yang menolak aksi tersebut.
“Jadi ada unjuk rasa mahasiswa, tadi sempat ada salah paham sedikit, dan ada juga Ormas yang menolak unjuk rasa mereka sehingga terjadi gesekan; sekarang kondisinya sudah kondusif,” ujar Arya.
Ia menambahkan bahwa beberapa personel polisi yang berusaha melerai mengalami luka ringan akibat amukan massa.
“Tujuan kami untuk melayani mereka. Untuk mengemukakan pendapatnya silakan, yang penting tidak menganggu ketertiban umum, tidak dilakukan dengan tindakan negatif,” pungkasnya.
Diketahui, kericuhan terjadi di depan Asrama Papua, Jalan Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Jumat (19/12/2025) melibatkan mahasiswa, masyarakat, dan pengguna jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi unjuk rasa awal dilakukan secara damai oleh puluhan mahasiswa Papua di depan Monumen Mandala Makassar hingga massa dibubarkan dan diantar kembali ke asrama menggunakan truk polisi, namun setibanya di lokasi, mereka kembali menggelar aksi dengan memblokir jalan protokol yang kemudian memicu kemarahan masyarakat dan berujung pada saling lempar batu.














