Manggarai Timur – Ratusan sekolah di pelosok Manggarai Timur, NTT, menghadapi kendala serius dalam pemanfaatan bantuan smart TV dari Presiden Prabowo Subianto. Minimnya infrastruktur menjadi penghambat utama.

Bantuan yang diharapkan menjadi solusi ketimpangan pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) itu terganjal akses jalan yang sulit, ketiadaan listrik, dan sinyal internet.

Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan smart TV dapat menjadi solusi untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan, dengan harapan guru dapat menyajikan materi yang lebih menarik dan interaktif.

Namun, realitas di lapangan berkata lain.

Kepala Sekolah Dasar Inpres (SDI) Compang Ngeles, Viktor Nasus, mengungkapkan perjuangan mengantar bantuan tersebut.

“Kami pikul dari Kampung Compang ke SDI Compang Ngeles, jaraknya sekitar 500 meter. Berat paket LCD 56 kg dan aksesori 23 kg. Kami pikul bergantian,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).

Distribusi smart TV ke sekolah-sekolah terpencil memang tidak mudah. Guru dan orang tua harus memikulnya bergantian melewati medan yang berat.

Ironisnya, banyak sekolah penerima belum memiliki listrik atau jaringan internet.

SDI Compang Ngeles di Desa Rana Gapang menjadi salah satu contohnya. Televisi pintar tersebut belum bisa digunakan karena tidak ada jaringan internet. Mereka hanya bisa pasrah menunggu bantuan berfungsi optimal.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *