Travel

Yogyakarta Siapkan Diri Sambut 1,7 Juta Wisatawan Nataru, Waspadai Cuaca Ekstrem

129
×

Yogyakarta Siapkan Diri Sambut 1,7 Juta Wisatawan Nataru, Waspadai Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
09ff8a4d5f761e4f56eae5a02b462759.jpg
09ff8a4d5f761e4f56eae5a02b462759.jpg

Yogyakarta – Yogyakarta bersiap menyambut lonjakan hingga 1,7 juta wisatawan nusantara selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Namun, target ambisius ini dibarengi dengan seruan keras untuk mitigasi risiko cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah tersebut, memastikan keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama.

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan momentum libur Nataru 2025/2026 akan mendulang kunjungan wisatawan domestik direntang 1,5 hingga 1,7 juta orang. Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Lis Dwi Rahmawati, pada Rabu, 3 Desember 2025, menjelaskan bahwa bulan Desember menjadi puncak kunjungan. “Perhitungan perkiraan kami akhir tahun ini mencapai 1,7 juta orang,” ujarnya.

Perkiraan tersebut didasarkan pada lonjakan angka permintaan pemesanan kamar hotel hingga reservasi perjalanan dari sektor transportasi umum dan biro perjalanan pada akhir tahun ini.

Sejumlah destinasi diprediksi akan sangat padat, termasuk Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, Kaliurang, Pantai Glagah, dan Kebun Binatang Gembira Loka. Kawasan pusat kota seperti Malioboro, Tugu Yogyakarta, dan Taman Pintar juga diperkirakan akan sangat ramai.

Namun, Lis mengingatkan tentang potensi peningkatan curah hujan di akhir tahun yang dapat membawa risiko. Wisatawan diimbau mewaspadai destinasi yang memiliki potensi kerawanan ketika terjadi cuaca ekstrem, seperti kawasan rawan longsor di perbukitan Menoreh Kulon Progo, Pegunungan Sewu, dan perbukitan Patuk–Imogiri di Kabupaten Bantul.

Pengamat pariwisata yang juga Dosen Prodi Bisnis Perjalanan Wisata Sekolah Vokasi UGM, Ghifari Yuristiadhi M. Makhasi, menekankan pentingnya pemahaman mitigasi risiko saat beraktivitas di luar ruang. “Misalnya saat kemping di sekitar danau atau aliran sungai harus memperhatikan kondisi cuaca dan potensi bahaya,” kata dia.

Ghifari juga mendesak pelaku wisata untuk melakukan penilaian risiko (risk assessment) dan penanganan (treatment) untuk keamanan wisatawan. Pemerintah dan industri wisata harus memiliki langkah antisipasi yang solid. “Mitigasi penting dilakukan dan wisatawan perlu diberi rekomendasi yang jelas agar tetap aman,” ujarnya.

Ia mengusulkan Pemerintah DIY mulai mempromosikan wisata adaptif cuaca selama libur Nataru. Hal ini mengacu pada prediksi cuaca ekstrem BMKG pada periode tersebut, mulai 3 Desember 2025, yang memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah DIY. Risikonya mencakup bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, genangan air, dan kerusakan infrastruktur.

Pemerintah DIY harus intens menginformasikan perkiraan cuaca dari BMKG dan BPBD kepada pelaku wisata, penginapan, operator, dan publik atau wisatawan. Protokol mitigasi di destinasi wisata, meliputi perawatan drainase, pengecekan struktur bangunan, dan penyiapan jalur evakuasi, juga harus diterapkan.

Ghifari menyarankan promosi aktivitas tur indoor atau fleksibel, seperti museum, wisata budaya, lokakarya, dan kuliner. Selain itu, wisata ramah lingkungan dan edukatif juga dapat diperkenalkan, mengajarkan wisatawan dan komunitas lokal adaptasi terhadap cuaca ekstrem. Termasuk membawa perlengkapan hujan, peta jalur evakuasi, info posko, dan kontak darurat.

Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, sepakat bahwa keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi memonitor pergerakan wisatawan menjelang libur Nataru. “Terpenting bagaimana wisatawan aman dan nyaman saat berwisata di Yogya, wisatawan juga bisa diarahkan mematuhi imbauan di lokasi wisata,” tegasnya.

3866e921ca7705bb002905860c7c1624.jpg
Travel

Fenesia – Bagi pengguna aktif aset crypto, promo menarik tentu menjadi keuntungan tambahan yang sayang dilewatkan. Pada Mei 2026, Pintu kembali menghadirkan program spesial untuk member VIP berupa voucher GarudaMiles hingga 500 miles. Promo ini juga menjadi salah satu cara mendapatkan garuda miles yang praktis karena pengguna cukup memenuhi syarat keanggotaan VIP di aplikasi Pintu. Pintu menghadirkan promo ini sebagai bentuk apresiasi…