Berita

Alasan Kereta Api Tak Pakai Sabuk Pengaman: Keamanan dan Mobilitas Penumpang

158
×

Alasan Kereta Api Tak Pakai Sabuk Pengaman: Keamanan dan Mobilitas Penumpang

Sebarkan artikel ini
47cca5803a45daba83c5dfa60c6a1e9f.jpg
47cca5803a45daba83c5dfa60c6a1e9f.jpg

Internasional – Di berbagai moda transportasi, penggunaan sabuk pengaman telah menjadi standar keselamatan wajib. Penumpang mobil, pesawat, dan bus diwajibkan untuk mengenakannya demi keselamatan. Namun, ada satu moda transportasi yang kecepatan maksimumnya bisa mencapai 299 kilometer per jam, namun jarang dilengkapi sabuk pengaman: kereta api. Fenomena ini, yang sering menimbulkan pertanyaan, dijelaskan oleh para ahli keselamatan transportasi.

Menurut Thomas Barth, ahli keselamatan transportasi sekaligus mantan penyidik faktor kelangsungan hidup di National Transportation Safety Board, sabuk pengaman di kereta api pada dasarnya tidak diperlukan kecuali dalam situasi yang sangat langka. Ia menjelaskan bahwa risiko kecelakaan kereta jauh lebih rendah karena beroperasi dalam lingkungan yang sangat terkendali, yakni di rel tetap dengan pengawasan profesional. Lingkungan yang aman ini membuat risiko dianggap wajar tanpa perlu adanya sabuk pengaman.

Barth juga menyoroti perbedaan dampak tabrakan antara mobil dan kereta api. Saat mobil menabrak dinding, gaya benturannya sangat tinggi. Sebaliknya, kereta api, dengan bobot dan ukurannya yang besar, akan menghasilkan gaya benturan rendah saat menabrak objek ringan. Meskipun tabrakan depan antara dua kereta bisa menghasilkan gaya benturan tinggi, kasus semacam ini sangat jarang terjadi. Secara keseluruhan, kecelakaan yang melibatkan kereta api relatif jarang dibandingkan dengan kendaraan roda empat.

Data dari Rail Safety and Standards Board (RSSB) menunjukkan bahwa perjalanan kereta api lebih dari 20 kali lebih aman dibandingkan perjalanan mobil untuk jarak yang sama. Jika dibandingkan dengan perjalanan udara, statistik mencatat sekitar 20 kematian per miliar perjalanan kereta api, sementara penerbangan mencapai 117 kematian per miliar perjalanan. Namun, jika diukur per miliar kilometer, angka kematian kereta api sebesar 0,6, sedikit lebih tinggi dari 0,5 untuk penerbangan.

Salah satu faktor utama yang membuat kereta api tetap aman tanpa sabuk pengaman adalah desain interiornya yang ketat. Barth menjelaskan bahwa kereta api diwajibkan memenuhi berbagai peraturan keselamatan, seperti Judul 49 CFR Bagian 238.233 yang diadopsi pada tahun 1999. Peraturan ini memastikan bahwa interior kereta api dirancang aman dengan geometri dan posisi kursi serta pagar yang baik, yang terkadang bahkan menghilangkan kebutuhan akan bantalan tambahan. Desainer harus menyeimbangkan desain dengan persyaratan lain, seperti daya tahan tinggi pada gerbong kereta bawah tanah dibandingkan kereta jarak jauh. Meskipun tidak ada moda transportasi yang sepenuhnya aman, desain dan regulasi yang ketat telah dikembangkan untuk mengurangi risiko ke tingkat yang dapat diterima.