Fenesia – Dean Karnazes, pelari ultramarathon Amerika, dan penulis Ultramarathon Man: Confessions of All-Night Runner, yang merinci ketahanan ultra berjalan untuk masyarakat umum. 

Setiap manusia bahkan atlet sekalipun pasti memiliki batasan kemampuan. Secara ilmiah, batasan tersebut didefinisikan sebagai ambang batas tubuh dan ketika kamu berolahraga telah melebihi batasannya, maka olahragamu menjadi tidak menyenangkan.

Sebagian besar orang tentu pernah merasakan jantung berdebar dan paru-paru megap-megap. Itu karena otot mulai kelelahan. Namun, berbeda dengan Karnazes. Karnazes seolah-olah bisa berlari selamanya, tanpa henti.

Karnazes pernah berpartisipasi dalam beberapa maraton terberat di bumi ini, termasuk berlari di Kutub Selatan dengan suhu 25 derajat Celcius. Wow, so marfelous bukan?

Karnazes Pernah Berlalari Selama Tiga Hari

Karnazes kepada Guardian mengakui, setelah tiga hari berlari memang ia merasakan sedikit ngantuk, tapi bukan kelelahan otot.

“Sejujurnya, apa yang terjadi adalah saya mengantuk. Saya sudah berlari tiga malam tanpa tidur dan malam ketiga berlari kurang tidur akan mengalami sedikit psikotik. Saya benar-benar mengalami serangan `berlari tidur`, yang membuat saya jatuh tertidur ketika berlari,” ujar Karnazes seperti dikutip News.au, Minggu (1/9/2013).

Apa Rahasianya?

Ilmuwan di Colorado yang terpesona dengan kemampuan berlari Karnazes membuatnya harus menjalani serangakaian tes untuk mencari tahu penyebabnya. Hasilnya, Karnazes tak memiliki ambang laktat  tinggi yang luar biasa.

Simpelnya begini, ketika berlari kamu akan memecah glukosa untuk energi, memproduksi laktat sebagai produk sampingan dan tambahan sumber bahan bakar juga bisa diubah kembali menjadi energi. Namun, ketika kamu melebihi ambang laktat, tubuh tak lagi bisa mengkonversi laktat secepat yang diproduksi, yang mengarah ke penumpukan keasaman dalam otot. Ini adalah cara tubuh kamu memberitahumu kapan harus berhenti, tetapi Karnazes tak pernah mengalami sinyal itu.

Rupanya, kebanyakan orang, ada batas efek yang memengaruhi ambang laktat meski itu latihan konstan. Tapi, jika kamu mewarisi secara genetik enzim ini, kamu memiliki batasan yang lebih tinggi.

Pernyataan Karnazes

Karnazes menyatakan bahwa ia  tak yakin keterampilannya yang luar biasa itu bisa sepenuhnya dijelaskan oleh genetika. Ia menduga itu karena rendahnya lemak di tubuhnya, rendahnya tingkat keringat, tingginya diet alkaline, dan rendahnya paparan racun lingkungan yang bisa memberikan beberapa penjelasan.

Namun, apapun alasnaya seornag Karnazes dapat melakukan hal tersebut bukankah itu tetap hal yang hebat ? Karnazes juga tampaknya akan kesulitan mencari pasnagan jika berlari demikian.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *