Berita

Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset Nasional Rp4 Triliun untuk Solusi Bangsa

14
×

Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset Nasional Rp4 Triliun untuk Solusi Bangsa

Sebarkan artikel ini
prabowo-perintahkan-tambah-anggaran-rp4-triliun-perkuat-riset-nasional
prabowo perintahkan tambah anggaran rp4 triliun perkuat riset nasional

Jakarta – Pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem riset nasional dengan menambah anggaran sebesar Rp4 triliun. Kebijakan strategis ini merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto guna memastikan seluruh riset nasional lebih terintegrasi dan mampu memberikan solusi konkret atas tantangan bangsa.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memaparkan bahwa instruksi penambahan anggaran tersebut telah disampaikan Presiden Prabowo saat pertemuan di Istana.

Pras, sapaan akrabnya, menyatakan hal itu usai agenda penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Minggu (28/6). Menurut dia, Presiden telah memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset hingga mencapai angka Rp4 triliun sejak jauh hari.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Bappenas, serta BRIN. Langkah ini bertujuan untuk menyelaraskan arah kebijakan riset nasional agar berjalan sinkron.

Upaya penyatuan seluruh riset tersebut saat ini dipimpin oleh Prof Arief Satria.

Lebih lanjut, Pras menjelaskan bahwa pemerintah telah menyusun peta jalan riset nasional sebagai acuan utama. Peta jalan ini berfungsi agar seluruh kegiatan penelitian dapat berjalan dalam satu grand design yang terintegrasi dan mendukung prioritas pembangunan nasional.

Menurutnya, buku panduan peta jalan riset tersebut sudah dihasilkan, dengan inti kebijakan bahwa seluruh riset yang dijalankan wajib berada dalam satu grand design yang sama.

Pemerintah, imbuhnya, menekankan bahwa hasil riset tidak boleh sekadar berhenti pada tataran akademis. Riset harus mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan strategis yang dihadapi masyarakat luas.

Pras memberikan contoh, riset yang diharapkan mencakup isu krusial seperti pengelolaan sampah, pengembangan sektor energi, hingga transisi penggunaan bahan bakar dari LPG menuju CNG. Riset-riset tersebut harus memiliki dampak langsung dalam menyelesaikan berbagai masalah yang tengah dihadapi negara.

Mensesneg juga menyoroti kehadiran Presiden Prabowo dalam pembukaan maupun penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026. Kehadiran tersebut menegaskan posisi akademisi sebagai aset intelektual bangsa yang memegang peran vital dalam merumuskan solusi atas tantangan nasional.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo mengajak seluruh civitas academica untuk bersinergi dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang keahlian masing-masing dalam semangat kebangsaan.

Ia menyampaikan, Presiden ingin mengajak individu-individu yang memiliki keahlian di bidangnya untuk bekerja sama mengeluarkan kemampuan terbaik demi kepentingan bangsa.