Jakarta – Mahalini kembali menjadi sorotan publik setelah lagu terbarunya berjudul “Seketika” menuai kritik dari sejumlah pendengar. Perhatian netizen tertuju pada pelafalan lirik yang dinilai kurang jelas saat dibawakan penyanyi jebolan Indonesian Idol itu.
Banyak warganet mengaku kesulitan menangkap setiap kata dalam lagu tersebut karena gaya bernyanyi Mahalini dianggap terlalu banyak menyambungkan pengucapan antar kata.
Menanggapi komentar yang ramai dibahas di media sosial, istri Rizky Febian itu memberi penjelasan melalui kolom komentar di akun TikTok pribadinya. Mahalini menegaskan, teknik vokal yang digunakannya bukanlah kekeliruan, melainkan pilihan artistik yang sengaja diterapkan untuk membangun nuansa emosional dalam lagu.
Pelantun lagu “Sial” itu mengatakan, dirinya tidak terlalu menyukai gaya pengucapan yang terlalu tegas saat proses rekaman berlangsung. Ia menilai penekanan konsonan yang terlalu jelas justru membuat emosi lagu menjadi kurang terasa dan mengurangi kedalaman penyampaian perasaan kepada pendengar.
“Kalau aku saat recording memang nggak terlalu suka pelafalan yang sejelas mungkin. Aku merasa rasanya nggak nyampe kalau benar-benar yang tegas kosakatanya,” tulis Mahalini dalam komentarnya, dikutip Sabtu 16 Mei 2026.
Penyanyi asal Bali itu juga menjelaskan bahwa teknik menyambungkan kata atau slurring menjadi bagian penting dari gaya bernyanyinya, terutama ketika membawakan lagu bernuansa upbeat maupun yang memiliki unsur bahasa Inggris. Menurutnya, cara tersebut membantu pengucapan terdengar lebih natural dan tidak terlalu kaku.
“Apalagi bahasa Inggris atau upbeat, menurutku kalau aku yang nyanyi agak harus disambung banget biar pronounce-nya enggak ‘Indo-English’ banget,” ujarnya.
Perdebatan mengenai artikulasi vokal sebenarnya bukan hal baru bagi Mahalini. Dalam beberapa penampilan sebelumnya, gaya bernyanyi khasnya kerap menuai pro dan kontra. Sebagian pendengar menilai teknik itu membuat lagu terasa lebih emosional dan modern, sementara lainnya menganggap lirik menjadi sulit dipahami.
Meski demikian, Mahalini tampaknya tetap memilih mempertahankan karakter vokalnya tersebut. Baginya, estetika suara dan penyampaian rasa dalam lagu menjadi aspek yang lebih penting dibanding pelafalan yang terlalu formal.
Sikap konsisten itu pun mendapat dukungan dari para penggemarnya, yang mulai memahami bahwa di balik gaya bernyanyinya terdapat pertimbangan teknis sekaligus artistik.














