Jakarta – Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar berpotensi maju sebagai calon ketua umum PBNU pada Muktamar NU mendatang.

Menurut Gus Ipul, Nasaruddin pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU. Ia juga menyinggung sejumlah ketua umum PBNU sebelumnya yang pernah menduduki posisi tersebut sebelum memimpin organisasi.

“Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Kyai Said kalau nggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

“Jadi semuanya sebenernya punya potensi ya, punya potensi tinggal berkenan apa nggak,” sambungnya.

Gus Ipul menegaskan semua pihak diberi kesempatan jika ingin maju sebagai calon ketua umum PBNU. Ia menilai PBNU tidak pernah kekurangan kader untuk dicalonkan sebagai ketua umum.

“Semua diberi kesempatan, semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri apalagi Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum. Banyak sekali yang saya kira siap untuk menjadi ketua umum memiliki kriteria yang cukup,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah kiai sepuh dari jajaran Syuriyah PBNU sowan ke kediaman Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, pada Selasa malam, 5 Mei 2026.

Pertemuan itu menjadi momentum konsolidasi sekaligus dukungan terhadap langkah Rais Aam dalam mendorong percepatan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, para kiai sepuh menyatakan dukungan penuh agar muktamar dapat segera dilaksanakan demi menjaga soliditas organisasi dan keberlanjutan kepemimpinan di tubuh PBNU.

Di antara kiai yang hadir yakni KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Aniq Muhammadun, KH Sadid Jauhari, KH Muhibbul Aman Aly, KH Tonthowi Jauhari Musaddad, KH Imam Buchori, dan lainnya.

“Pertemuan tadi malam adalah bagian dari musyawarah para kiai sepuh untuk memastikan bahwa muktamar berjalan dengan baik, lancar, dan membawa kemaslahatan bagi jam’iyah,” tutur KH Ahmad Tajul Mafakhir, Katib PBNU, dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2026.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *