Surabaya – Persebaya Surabaya menelan pil pahit usai takluk 1-2 dari Madura United pada laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat malam. Kekalahan di depan pendukung sendiri ini memicu evaluasi mendalam di internal tim, terutama terkait efektivitas penyelesaian akhir.
Kapten Persebaya, Francisco Rivera, mengakui suasana ruang ganti tim sangat terpukul. Meski mampu menguasai permainan sesuai strategi yang dirancang, Bajul Ijo gagal mengonversi sejumlah peluang emas menjadi gol.
“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol. Percayalah, semua pemain dan staf sangat kecewa dengan hasil ini,” ujar Rivera.
Senada dengan sang kapten, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyampaikan permohonan maaf kepada Bonek dan Bonita atas kekalahan tersebut. Tavares mengakui bahwa hasil minor di kandang sendiri menjadi evaluasi besar bagi skuadnya.
Tavares juga menyoroti kondisi tim yang saat ini tidak ideal akibat badai cedera. Keterbatasan pilihan pemain di lapangan disebutnya sangat memengaruhi fleksibilitas strategi selama pertandingan berlangsung.
“Pemain yang tidak ada berarti sedang cedera atau sakit. Kami hanya mengandalkan pemain yang tersedia untuk menjalankan rencana terbaik di lapangan,” jelas pelatih asal Portugal tersebut.
Menatap laga selanjutnya, Persebaya dihadapkan pada jadwal berat dengan dua pertandingan tandang melawan Malut United dan Arema FC. Fokus tim kini beralih pada pemulihan kondisi fisik pemain sembari menyusun strategi baru untuk mencuri poin di markas lawan.
Tavares menegaskan tim akan bekerja keras dalam masa persiapan agar bisa bangkit dari tren negatif. “Kami perlu melihat siapa saja pemain yang tersedia nantinya dan kembali menyusun rencana terbaik untuk menghadapi laga ke depan,” pungkasnya.














