Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah menerima usulan nama calon pengganti dua Direktur Jenderal (Dirjen) di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang mengundurkan diri.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan usulan nama telah diajukan untuk posisi Dirjen Cipta Karya dan Dirjen Sumber Daya Air (SDA).

“Usulan-usulan sudah saya sampaikan, tapi mana yang nanti diambil itu hak beliau,” kata Dody saat rapat di DPR, Jakarta, Selasa (07/04).

Pengunduran diri dua pejabat eselon I ini terkait temuan BPK soal indikasi kerugian negara di Kementerian PU.

BPK mengirimkan dua surat temuan pada Januari dan Agustus 2025.

Laporan awal menyebut kerugian negara hampir Rp3 triliun, lalu turun menjadi sekitar Rp1 triliun pada laporan kedua.

Dody menjelaskan, tim ad-hoc telah dibentuk untuk mempercepat pengembalian kerugian negara.

Komite Audit juga diaktifkan kembali dengan melibatkan tiga jaksa dari Kejaksaan Agung.

“Tidak bisa dikatakan pengunduran diri itu mendadak. Ada proses sebelumnya,” ujarnya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa dua Dirjen tersebut dicopot karena dugaan pelanggaran.

Ia mendukung langkah tegas Menteri PU dalam membersihkan kementerian.

“Kami tidak main-main dalam memberantas pejabat nakal,” tegas Prabowo.

Dody memastikan audit tetap berjalan dengan menjunjung asas praduga tak bersalah.

Keputusan terkait pejabat eselon I tetap berada di tangan Presiden.

“Apapun yang saya kerjakan harus mendapatkan arahan dan bimbingan Pak Presiden dulu,” ujarnya.

Keputusan akhir kini menunggu Presiden Prabowo untuk menetapkan pejabat baru.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *