Jakarta – Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE), Nasky Putra Tandjung, menilai narasi pergantian Kapolri sebagai syarat reformasi Polri adalah keliru dan politis.

Pernyataan ini muncul setelah pertemuan sejumlah tokoh, termasuk Abraham Samad dan Said Didu, dengan Presiden Prabowo Subianto.

Nasky menilai dialog Presiden dengan kelompok yang dianggap “oposisi” menunjukkan kedewasaan dan semangat persatuan.

Menurutnya, kritik yang membangun dan berorientasi pada kepentingan publik harus jadi dasar kebijakan.

Nasky menegaskan masalah utama Polri bukan pada sosok Kapolri. Melainkan pada tata kelola, pengawasan, budaya institusi, dan penegakan hukum.

Ia menilai fokus pada figur mengaburkan substansi reformasi. Reformasi hukum harus kolektif, menyeluruh, dan berkelanjutan.

“Jika pemerintah serius melakukan reformasi Polri, maka lembaga penegak hukum dan lembaga keamanan negara lainnya juga perlu direformasi secara komprehensif dan dibentuk tim khusus,” tegasnya.

Nasky juga menyoroti upaya mendiskreditkan Polri melalui isu pergantian Kapolri. Kritik seharusnya berbasis data, kinerja, dan analisis kelembagaan.

“Ketika reformasi direduksi menjadi persoalan pergantian pucuk pimpinan, fokus bergeser dari persoalan institusi ke persoalan personal,” ujarnya.

Ia mengingatkan pergantian Kapolri diatur dalam UU No. 2 Tahun 2002. Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR.

“Dalam negara hukum, kritik adalah hak warga negara. Namun harus disampaikan dalam batas etika hukum dan kerangka ketatanegaraan yang benar agar tidak menimbulkan salah tafsir konstitusional,” katanya.

Nasky juga membantah isu pembangkangan Kapolri terhadap Presiden. Menurutnya, Kapolri berada di bawah kendali Presiden dalam sistem presidensial.

Ia mengutip pernyataan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang menyebut Kapolri 100 persen loyal kepada Presiden Prabowo.

Nasky memaparkan sejumlah program dan capaian Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Diantaranya rekrutmen santri dan hafiz Alquran, rekrutmen penyandang disabilitas, dukungan ketahanan pangan, program MBG, pembangunan infrastruktur, pemberantasan judi online dan narkoba.

Menurutnya, capaian tersebut bagian dari program Beyond Trust Presisi dan kontribusi nyata terhadap Asta Cita Presiden.

Nasky juga menyebut Polri menerima penghargaan dari Presiden Prabowo atas kontribusi dalam ketahanan pangan nasional.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa menjaga soliditas dan stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo serta mendukung reformasi Polri secara konstruktif demi keutuhan NKRI.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *