Berita

Bupati Kuningan Sidak, Temukan Selisih Debit Air Signifikan di Telaga Nilem

93
×

Bupati Kuningan Sidak, Temukan Selisih Debit Air Signifikan di Telaga Nilem

Sebarkan artikel ini
polemik-mata-air-di-kuningan,-data-di-atas-meja-vs-fakta-di-lapangan
polemik mata air di kuningan, data di atas meja vs fakta di lapangan

Kuningan – Pengelolaan sumber daya air di kaki Gunung Ciremai menjadi sorotan. Terutama di Telaga Nilem dan Mata Air Cipujangga.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, meninjau langsung lokasi tersebut pada Selasa (19/1/2026). Ia didampingi Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar.

Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya. Rapat membahas titik kritis pengelolaan sumber daya air.

Pengelolaan air melibatkan pihak swasta untuk wilayah Cirebon. Debit air menjadi perhatian utama.

Di Telaga Nilem, Dian membawa alat ukur debit air. Tujuannya untuk memastikan kondisi lapangan.

“Hari ini saya bersama Pak Kapolres, Pak Sekda, dan ditemani juga dari TNGC, meninjau langsung ke Telaga Nilem,” kata Dian.

“Ini tindak lanjut dari hasil rapat sebelumnya, di mana salah satu titik krusial yang dibahas adalah persoalan debit air di sini,” lanjutnya.

Dian menyebut ada masukan dari komunitas pemerhati lingkungan, Alamku. Mereka menyoroti perbedaan data debit air.

“Ada masukan dari Alamku, menyoal soal debit. Itu yang menjadi titik krusial persoalan selama ini,” jelasnya.

Pengukuran di lapangan menunjukkan selisih debit air signifikan. Selisihnya lebih besar dari data rapat.

“Ternyata setelah dihitung, memang ada perbedaan debit. Bahkan perbedaannya lebih besar dibandingkan yang disampaikan dalam rapat,” tegas Dian.

“Ini menjadi bahan bagi kami untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya,” imbuhnya.

Dian juga meluruskan isu pembagian kuota air. Kuota air melibatkan PDAM Kuningan, swasta, dan PDAM Kota Cirebon.