Crans-Montana – Kebakaran dahsyat melanda sebuah bar di resor ski Crans-Montana, Swiss, saat perayaan Tahun Baru. Insiden tragis ini diduga kuat dipicu oleh kembang api jenis “lilin air mancur” yang dinyalakan terlalu dekat dengan langit-langit bar. Akibatnya, sedikitnya 40 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka bakar serius.
Kepala Jaksa Wilayah Wallis, Beatrice Pilloud, menyatakan bahwa penyelidikan difokuskan pada penggunaan kembang api tersebut. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan kembang api itu tersangkut di bagian atas botol sampanye yang berada dekat dengan langit-langit bar yang dilapisi busa peredam suara.
Api dengan cepat merambat dan menimbulkan kepanikan di antara pengunjung bar, yang sebagian besar adalah anak muda berusia belasan hingga dua puluhan tahun. Saksi mata menggambarkan bagaimana orang-orang berusaha menyelamatkan diri dengan memecahkan jendela, sementara yang lain berlarian dengan luka bakar yang mengerikan.
Sebanyak 119 orang berhasil selamat dari kobaran api. Namun, sebagian besar dari mereka berada dalam kondisi kritis sehingga rumah sakit di Swiss kewalahan. Puluhan korban luka bakar kemudian dievakuasi ke negara-negara Eropa tetangga untuk mendapatkan perawatan intensif.
Penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran dan memastikan apakah standar keselamatan telah dipenuhi. Pihak berwenang juga memeriksa renovasi sebelumnya di bar Le Constellation, termasuk jenis bahan yang digunakan dan ketersediaan sistem pemadam kebakaran serta jalur evakuasi yang memadai.
Pemilik bar, Jacques Moretti, bersikeras bahwa semua peraturan keselamatan telah dipatuhi. Namun, Beatrice Pilloud menegaskan bahwa penerapan standar keselamatan menjadi fokus utama penyelidikan.
Jumlah pasti pengunjung yang berada di bar saat kejadian masih belum jelas. Situs web Crans-Montana mencatat kapasitas bar tersebut adalah 300 orang ditambah 40 orang di teras.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa proses identifikasi korban tewas akan memakan waktu beberapa hari. Mengingat popularitas Crans-Montana sebagai destinasi ski internasional, diperkirakan ada warga negara asing di antara para korban.
Komandan polisi regional kanton Wallis, Frederic Gisler, menyatakan bahwa 113 dari 119 penyintas telah diidentifikasi. Korban luka berasal dari berbagai negara, termasuk Swiss, Prancis, Italia, Serbia, Bosnia, Belgia, Polandia, Portugal, dan Luksemburg.
Tragedi ini telah mengguncang Crans-Montana, dengan warga setempat dan wisatawan merasakan duka yang mendalam. Suasana mencekam menyelimuti kota resor tersebut.







