Berita

19 November 2025: Selain Galungan, Hari Penting Apa Saja Dirayakan?

481
×

19 November 2025: Selain Galungan, Hari Penting Apa Saja Dirayakan?

Sebarkan artikel ini
3115027ee69814eb2c58f843e7c34437.jpg
3115027ee69814eb2c58f843e7c34437.jpg

Fenesia – Tanggal 19 November setiap tahunnya menyimpan sejumlah peringatan penting, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada tahun 2025, hari ini menandai perayaan Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Indonesia, serta empat peringatan global lainnya yang membawa pesan signifikan: Hari Jurnalis Internasional, Hari Toilet Sedunia, Hari Sistem Informasi Geografi (GIS Day), dan International Men’s Day.

Ragam peringatan ini mencakup spektrum luas mulai dari tradisi budaya dan spiritual, pengakuan terhadap profesi berisiko, hingga isu-isu kesehatan masyarakat, lingkungan, dan kesetaraan gender. Masing-masing hari memiliki sejarah dan tujuan yang mendalam untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi nyata.

Di Indonesia, umat Hindu di Bali akan merayakan Hari Raya Galungan pada Rabu, 19 November 2025. Perayaan sakral ini kemudian akan disusul dengan Hari Kuningan pada Sabtu, 29 November 2025. Rangkaian ini menjadi yang kedua pada tahun 2025 setelah sebelumnya berlangsung pada April–Mei.

Galungan dan Kuningan dirayakan setiap 210 hari berdasarkan kalender Saka Bali. Momen ini menjadi sakral untuk menegaskan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan). Menurut Ditjen Bimas Hindu Kemenag, Galungan melambangkan kemenangan kebaikan dan bersatunya kekuatan rohani dalam diri manusia, di mana umat Hindu meyakini leluhur turun ke Bumi untuk memberikan perlindungan.

Rangkaian perayaan Galungan dimulai dengan Penampahan Galungan sehari sebelum hari raya, dilanjutkan dengan Umanis Galungan sebagai momen silaturahmi keluarga. Secara historis, Galungan berakar dari kisah kemenangan Dewa Indra atas Mayadenawa, raja yang menindas rakyat dan melarang pemujaan kepada para dewa. Pertempuran yang berakhir dengan tewasnya Mayadenawa disimbolkan sebagai kemenangan dharma.

Sementara itu, Hari Jurnalis Internasional diperingati setiap 19 November untuk menghormati para jurnalis yang kehilangan nyawa saat menjalankan tugas. Jurnalis memegang peran vital sebagai mata dan telinga publik, namun kerap menghadapi ancaman, intimidasi, dan kekerasan. Banyak dari mereka menjadi target pembunuhan atau tewas saat meliput, menjadikan peringatan ini pengingat pentingnya perlindungan terhadap kebebasan pers dan penghargaan atas dedikasi mereka.

Praktik jurnalistik telah ada sejak Dinasti Han di Tiongkok dan berkembang seiring terbitnya surat kabar pada abad ke-17. Perjalanan pers mencakup era sensor ketat hingga jurnalisme digital. Peringatan ini juga menandai tonggak penting seperti kebebasan pers di Inggris pada 1695 dan hadirnya berita 24 jam melalui CNN.

Tanggal 19 November juga menjadi Hari Toilet Sedunia, sebuah peringatan untuk menyoroti masalah sanitasi global. Meskipun akses toilet merupakan hak dasar, lebih dari dua miliar orang di dunia masih tidak memiliki fasilitas yang layak. Kondisi ini berisiko menyebabkan penyakit dan kekerasan, terutama bagi perempuan dan anak-anak.

Peringatan ini pertama kali digagas oleh World Toilet Organization pada 2001 dan diresmikan oleh PBB pada 2013. Tujuannya adalah mendorong perbaikan sanitasi dan menghilangkan tabu seputar toilet demi terwujudnya solusi yang lebih aman. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan menyebarkan informasi atau mendukung program yang memperluas akses sanitasi.

Hari Sistem Informasi Geografi (GIS Day) turut dirayakan setiap Rabu ketiga bulan November, yang pada tahun 2025 jatuh pada 19 November. Hari ini bertujuan mengenalkan teknologi GIS, yaitu teknologi pemetaan yang membantu menganalisis data lokasi untuk berbagai isu penting seperti iklim, transportasi, hingga kependudukan. Peringatan ini pertama kali digagas oleh Esri pada 1999, terinspirasi oleh Ralph Nader.

Teknologi GIS telah berkembang sejak 1960-an dan kini digunakan di berbagai sektor, mulai dari memprediksi banjir hingga menentukan rute transportasi yang efisien. Inovasi penting dalam sejarah GIS mencakup GIS terkomputerisasi pertama pada 1963 dan rilis teknologi komersial ARC/INFO pada 1981. GIS Day mendorong masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi pemetaan dalam kegiatan sehari-hari.

Terakhir, International Men’s Day juga diperingati setiap 19 November untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan mental pria. Peringatan ini juga menentang stereotip maskulinitas yang merugikan serta mendukung kesejahteraan laki-laki secara keseluruhan. Data WHO menunjukkan bunuh diri menjadi penyebab kematian terbesar bagi pria di bawah 45 tahun di banyak negara.

Meskipun kasus depresi lebih sering terdiagnosis pada perempuan, pria lebih banyak melakukan bunuh diri karena tekanan budaya yang mendorong mereka menutup emosi dan terlihat “kuat”. Perayaan ini mulai berkembang sejak 1999 dan kini diperingati di berbagai negara melalui seminar kesehatan, kampanye publik, hingga gerakan seperti Movember yang fokus pada isu kesehatan pria.

International Men’s Day mendorong laki-laki untuk lebih terbuka, menghadirkan teladan positif bagi anak laki-laki, serta membangun relasi yang lebih sehat antara laki-laki dan perempuan. Tujuannya bukanlah untuk menyaingi Hari Perempuan Internasional, melainkan untuk memberi ruang membahas pengalaman dan kebutuhan khusus pria dalam masyarakat.