Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut-sebut menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga petani di tanah air. Program ini membuka lebar peluang pengembangan usaha kecil menjadi lebih besar.
Direktur PT Azaki Food Internasional, Cucup Ruhiat, mengungkapkan dampak positif program MBG bagi usahanya.
Perusahaan yang dipimpinnya kini sukses memasok tempe hingga ke 12 negara di Asia dan Eropa.
Tak hanya ekspor, Azaki juga memasok tempe untuk ratusan dapur MBG yang tersebar di 15 kota.
“Satu rumah produksi kami bisa menyuplai lima hingga 15 dapur MBG,” ujar Cucup, Selasa (19/11).
Cucup menambahkan, program MBG turut menghidupkan petani kedelai, mengembangkan produsen tempe, menyerap tenaga kerja lokal, serta membawa industri pengolahan pangan ke dalam kebijakan nasional.
Kesuksesan Azaki Food Internasional juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan asal Arab Saudi dan Chile.
Kerja sama ini mencakup pengiriman tiga kontainer tempe beku per bulan ke Jeddah, Arab Saudi, serta 12 kontainer per tahun ke Chile.
“Saya enggak pernah menyangka bisa ekspor,” ungkapnya.
Menurut Cucup, keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah, masyarakat, dan pasar.
Perjalanan bisnis Cucup dimulai pada 2005. Sempat mengalami stagnasi, ia kemudian berbenah diri pada 2016 dengan mempelajari kembali seluk beluk tempe dan manajemen produksi.
Pandemi Covid-19 membawa berkah tersendiri. Proses perizinan yang beralih ke sistem digital mempermudah pengurusan dokumen.
Sejak saat itu, produksi tempe Azaki terus meningkat seiring dengan tingginya permintaan, termasuk dari perusahaan luar negeri.
Permintaan tempe untuk program MBG juga ikut mendongkrak pendapatan Cucup.
“Petani kedelai semakin hidup, produsen tempe berkembang, tenaga kerja lokal terserap,” pungkasnya.







