Berita

Keluarga Reno Terima Hasil DNA, Serahkan Kasus ke Polisi

91
×

Keluarga Reno Terima Hasil DNA, Serahkan Kasus ke Polisi

Sebarkan artikel ini
keluarga-soal-kerangka-reno-yang-ditemukan-di-kwitang:-wallahu-a’lam
keluarga soal kerangka reno yang ditemukan di kwitang: wallahu a’lam

Surabaya – Keluarga demonstran Reno Syahputra Dewo (24), yang ditemukan tewas di Jakarta Pusat, menyatakan menerima takdir atas kematian Reno.

Pernyataan ini muncul setelah hasil tes DNA memastikan kerangka yang ditemukan di Kwitang adalah Reno.

“Sudahlah ya, ini memang Wallahu a’lam (Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya),” ujar Jemmy Yunianto (44), paman Reno, di rumah duka di Kampung Malang Utara, Surabaya, Sabtu (8/11).

Jemmy menambahkan, pihak keluarga tidak menaruh curiga atas kematian Reno.

Keluarga juga menghormati hasil tes DNA yang dilakukan oleh kepolisian.

“Kita menghormati hasil tes DNA yang dilakukan sama Polri. Apapun hasilnya itu tetap kita terima,” kata Jemmy.

Saat ditanya mengenai kemungkinan langkah hukum, keluarga belum memikirkannya.

Mereka memilih pasrah dan mempercayakan penyelidikan kepada pihak kepolisian.

“Ya, kami yakin dan mempercayai institusi polisi untuk melakukan tugasnya,” tutur Jemmy.

Sebelumnya, dua kerangka manusia ditemukan hangus terbakar di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/10).

Gedung tersebut berlokasi dekat markas Brimob dan sempat terbakar saat demonstrasi akhir Agustus lalu.

Polisi telah melakukan olah TKP dan membawa kerangka tersebut ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan forensik.

Hasil tes DNA yang diumumkan pada Jumat (7/11) mengidentifikasi kedua kerangka sebagai Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid, dua orang yang dilaporkan hilang pasca-demonstrasi.

“Nomor post mortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputera Dewo anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin,” kata Karo Labdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti.

“Nomor post mortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid anak biologis dari Bapak Hamidi,” lanjutnya.