Jakarta – Pemerintah mengalokasikan dana Rp 281,6 triliun untuk subsidi energi dan non-energi sepanjang tahun 2025, menunjukkan komitmen kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Angka ini mencakup subsidi untuk BBM, LPG 3 kg, listrik, pupuk, serta perumahan bersubsidi.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa peningkatan volume barang bersubsidi di tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya merupakan wujud keberpihakan pemerintah.
Penyaluran BBM bersubsidi mencapai 18.979,3 ribu kilo liter, naik 4,7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, penyaluran LPG 3 kg juga mengalami kenaikan sebesar 3,9 persen, mencapai 8.554,9 juta kilogram.
Jumlah pelanggan listrik bersubsidi meningkat 2,6 persen menjadi 42,8 juta pelanggan. Subsidi pupuk juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 12,1 persen menjadi 8,1 juta ton.
Kenaikan tertinggi tercatat pada subsidi perumahan, dengan 278,9 ribu unit rumah bersubsidi disalurkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Angka ini melonjak 39,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 200 unit.
Realisasi anggaran subsidi sepanjang tahun 2025 mencapai 91,4 persen dari target yang dialokasikan. Pemerintah menargetkan anggaran subsidi energi dan non-energi pada tahun depan mencapai Rp 318,9 triliun, dengan komposisi subsidi energi sekitar Rp 210,1 triliun dan non-energi Rp 108,8 triliun.
Pemerintah juga berupaya menyederhanakan regulasi untuk memastikan subsidi pupuk dapat tersalurkan dengan cepat dan efektif kepada masyarakat yang membutuhkan, serta menekan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi.






