Ecozone

Subsidi Pemerintah 2025 Melonjak: Realisasi Anggaran Sentuh Rp 281,6 Triliun

106
×

Subsidi Pemerintah 2025 Melonjak: Realisasi Anggaran Sentuh Rp 281,6 Triliun

Sebarkan artikel ini
f1f8c01a0dcc3ded0bb9b65938bb5224.jpg
f1f8c01a0dcc3ded0bb9b65938bb5224.jpg

Jakarta – Pemerintah mengalokasikan dana Rp 281,6 triliun untuk subsidi energi dan non-energi sepanjang tahun 2025, menunjukkan komitmen kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Angka ini mencakup subsidi untuk BBM, LPG 3 kg, listrik, pupuk, serta perumahan bersubsidi.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa peningkatan volume barang bersubsidi di tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya merupakan wujud keberpihakan pemerintah.

Penyaluran BBM bersubsidi mencapai 18.979,3 ribu kilo liter, naik 4,7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, penyaluran LPG 3 kg juga mengalami kenaikan sebesar 3,9 persen, mencapai 8.554,9 juta kilogram.

Jumlah pelanggan listrik bersubsidi meningkat 2,6 persen menjadi 42,8 juta pelanggan. Subsidi pupuk juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 12,1 persen menjadi 8,1 juta ton.

Kenaikan tertinggi tercatat pada subsidi perumahan, dengan 278,9 ribu unit rumah bersubsidi disalurkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Angka ini melonjak 39,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 200 unit.

Realisasi anggaran subsidi sepanjang tahun 2025 mencapai 91,4 persen dari target yang dialokasikan. Pemerintah menargetkan anggaran subsidi energi dan non-energi pada tahun depan mencapai Rp 318,9 triliun, dengan komposisi subsidi energi sekitar Rp 210,1 triliun dan non-energi Rp 108,8 triliun.

Pemerintah juga berupaya menyederhanakan regulasi untuk memastikan subsidi pupuk dapat tersalurkan dengan cepat dan efektif kepada masyarakat yang membutuhkan, serta menekan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi.

50a8aa329bda7eb681428bb6a0c7d0cb.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mencatat pertumbuhan positif transaksi BI-FAST sepanjang empat bulan pertama 2026. Tren tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri yang masih solid di tengah meningkatnya adopsi layanan digital perbankan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), volume transaksi ritel BI-FAST mencapai 1,89 miliar transaksi hingga April 2026 atau tumbuh 35% secara tahunan (year on year/YoY). Baca Juga:…

30e44676048e0b8d7c76b621ad5a8749.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Lembaga indeks global FTSE Russell mencoret empat emiten Indonesia dari daftar indeksnya. Keputusan itu tertuang dalam pengumuman June 2026 Quarterly Review yang dirilis Sabtu (23/5/2026). Keputusan tersebut diambil karena sejumlah emiten dinilai memiliki kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi, tidak memenuhi batas minimal saham beredar atau free float, serta masuk daftar pengawasan khusus. FTSE Russell…

50a8aa329bda7eb681428bb6a0c7d0cb.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) masih mengkaji penyesuaian suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Presiden Direktur KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, penyesuaian bunga kredit, khususnya untuk skema floating rate, akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas dan biaya dana atau cost of…

a3cf670222d28bd25724ab7153b30cee.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Harga logam industri melanjutkan tren penguatan sejak awal tahun 2026. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas utama seperti aluminium, timah, dan nikel, didorong kombinasi ketatnya pasokan global, kebijakan produksi negara produsen, hingga ekspektasi pelonggaran suku bunga dunia. Berdasarkan data Trading Economics per Jumat (22/5/2026), harga aluminium naik 0,35% secara harian menjadi US$ 3.650 per ton dan telah…

922265d1500f3a5e0f13f8968786dcbe.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan diproyeksikan akan kembali tertekan lantaran hasil kocok ulang FTSE Indonesia. Jumat (24/5/2026), IHSG ditutup di level 6.162,04 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG mengakumulasi penurunan 8,35% dalam sepekan. Jika ditarik lebih jauh lagi, penurunan IHSG sudah 18,48% dalam sebulan terakhir. Sejak awal tahun, penurunannya sudah 28,74%…