Produksi Vaksin Bio Farma Tembus 19 Juta Dosis

  • Bagikan
Ilustrasi Logo PT Bio Farma (Persero) Foto: Bumn.go.id

Fenesia – PT Bio Farma (Perero) telah memproduksi 19 juta dosis vaksin dari 25 juta bahan baku vaksin Sinovac yang telah tiba sejak awal Februari lalu.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan bahwa 19 juta dosis vaksin tersebut akan disebarkan secara bertahap ke berbagai daerah untuk vaksinasi tahap kedua.

“Sampai hari ini kurang lebih 20 bets kami produksi. Satu bets itu antara 950 ribu dosis jadi ya mendekati 20 juta kurang, mungkin 19 juta. Nah, itu sudah ada itu vaksinnya,” ungkapnya dalam diskusi virtual yang digelar Forum Merdeka Barat, pada Senin 22 Februari 2021.

Meski begitu, dari 19 juta vaksin tersebut, baru ada sekitar lima bets vaksin yang sudah mendapatkan load release dari Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM).

“Memang baru lima bets yang sudah mendapatkan izin load release karena tiap bets yang kami produksi, dilakukan uji mutu tiap bets nya dan itu baru 5 bets,” katanya.

Diprediksi hingga akhir Februari nanti akan ada delapan bets atau sekitar 7,5 juta dosis vaksin yang telah mendapatkan load release dan dapat digunakan untuk vaksinasi tahap dua khususnya terhadap lansia.

Sementara hingga Maret, 11,4 juta dosis vaksin akan tersedia untuk didistribusikan.

“Diperkirakan bulan ini sudah siap 7,5 juta dosis dan Maret kami perkirakan bisa 11,4 juta dosis,” ucapnya.

Bambang mengatakan bahwa Bio Farma juga telah mendistribusikan sekitar 2,6 juta dosis vaksin ke enam provinsi di luar Jakarta per kemarin. Enam provinsi tersebut yakni Jawa Barat sebanyak 9.970 vial, Jawa Tengah 100.430 vial, Yogyakarta 10.820 vial Jawa Timur 91.420 vial , Banten 28.800 vial, dan Bali 13.030 vial.

“Totalnya yang sudah kami distribusikan kemarin itu 262.940 vial atau sekitar 2,6 juta dosis. Itu sudah kami distribusikan. Hari ini rencananya kami akan distribusikan sebanyak 233 ribu vial atau sekira 2,3 juta dosis itu juga sudah cukup banyak. Kurang lebih hari ini ke empat daerah DKI Jabar, Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan,” katanya.

  • Bagikan