Yogyakarta – Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran sebanyak enam kali pada Minggu (2/11). Luncuran terjauh mencapai 2.500 meter.
Awan panas guguran tersebut mengarah ke barat daya, menyasar Kali Krasak dan Kali Sat (Putih).
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, mengungkapkan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas susulan.
BPPTKG mencatat dua kejadian pertama terjadi pada pukul 11.04 WIB dan 11.11 WIB.
Awan panas guguran selanjutnya terpantau pada pukul 14.27, 15.00, 16.08, dan 17.21 WIB.
Saat ini, status Gunung Merapi masih Siaga (Level III).
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya.
Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.
Potensi bahaya meliputi area selatan-barat daya (Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng) dan tenggara (Sungai Woro, Gendol).
Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.







