News Feed Indonesia

Ingin Lakukan Vaksinasi Sendiri ? Berikut 3 Syaratnya

Jakarta, FENESIA – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada beberapa pengusaha yang mengirimkan pesan padanya yang menanyakan soal vaksinasi.

“Saya terima banyak WA dari para CEO, para konglomerat-konglomerat yang dulu jadi nasabah saya, mengenai vaksinasi mandiri,” ucapnya.

Budi mengungkapkan bahwa boleh saja bila para konglomerat ingin membantu pemerintah melakukan vaksinasi di lingkungan perusahaannya. Tetapi, ada 3 hal yang menurutnya harus dipahami oleh mereka.

Pertama, vaksinasi bersifat sosialis bukan individualis. Vaksin menurutnya bermanfaat bukan untuk melindungi diri sendiri, melainkan melindungi, keluarga, tetangga dan masyarakat luas pada umumnya.

“Sehebat apapun negara beli vaksin kalau orang lain di sekitar negaranya tidak divaksin dan tidak dibantu akan percuma. Karena kan ada pergerakan orang juga, jadi ada kemungkinan penularan tetap ada,” ucapnya.

Kedua, pemerintah dalam pengadaan vaksin berupaya melakukan dengan secepat-cepatnya dan semurah-murahnya untuk menjaga keuangan negara. Hal ini dilakukan agar negara bisa mendapatkan vaksin COVID-19 sesuai kebutuhan dan menjangkau luas untuk mencapai herd immunity sebesar 70% dari populasi atau sekitar 187 juta orang.

Ketiga, lanjut Budi, vaksinasi akan diberikan pada seluruh rakyat Indonesia secara gratis. Maka dari itu ia berpesan kepada para konglomerat jangan sampai vaksinasi mandiri justru hanya membuat golongan kaya yang dapat lebih dulu.

“Jadi kalau teman-teman ada yang ingin membantu, boleh, tapi harus dipahami 3 hal itu. Satu ini sesuatu yang sifatnya harus terjadi di semua rakyat, nggak boleh sekelompok saja, karena nggak ada gunanya juga. Kedua vaksin ini diberikan seluas mungkin tanpa terbatas golongan tertentu, jangan sampai didahulukan golongan tertentu dulu. Ketiga tolong dipastikan ini haknya masyarakat untuk diberikan secara gratis,” jelasnya.

REKOMENDASI
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.