Berita

Gubernur NTT Ancam Tuntut Pemda Jika Warga Bunuh Diri Lagi

83
×

Gubernur NTT Ancam Tuntut Pemda Jika Warga Bunuh Diri Lagi

Sebarkan artikel ini
gubernur-ntt-ancam-pemda-usai-anak-sd-bunuh-diri:-ada-uang-triliunan
gubernur ntt ancam pemda usai anak sd bunuh diri: ada uang triliunan

Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengancam akan menuntut pemerintah daerah (Pemda) jika kasus bunuh diri karena masalah ekonomi kembali terjadi.

Ancaman ini terkait kasus seorang siswa SD di Ngada yang diduga bunuh diri karena kesulitan ekonomi.

Laka Lena menyayangkan kejadian yang menimpa BS (10), siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Diduga, BS mengakhiri hidupnya karena orang tua tidak mampu membelikan buku sekolah.

“Besok ada lagi model begini saya tuntut orang-orangnya. Kalau pun saya, maka saya siap tuntut,” tegas Laka Lena, Kamis (5/2).

Ia menambahkan, “Kalau ada salah maka siap orang itu dituntut. Masa ada warga negara mati karena hal begini.”

Laka Lena menyayangkan kejadian ini, apalagi banyak bantuan pemerintah pusat mengalir ke NTT, termasuk program pengentasan kemiskinan.

“Kami punya perangkat PKH, uang mengalir triliunan ke NTT urusan orang miskin masih ada yang mati urusan begini,” ujarnya.

Menurut Melki, tragedi ini mencerminkan kegagalan sistem pemerintahan dalam melindungi warga rentan.

“Syukur ini diketahui publik setelah kami rakornas. Itu kejadian kalau Pak Prabowo tahu, mati kami dicincang,” katanya.

“Pak Prabowo paling marah hal-hal begini. Ini kami tidak tau apa yang salah, tapi pranata sosial kami gagal, pemerintah kami juga sama,” imbuhnya.

Melki mengatakan banyak menteri menghubunginya akibat peristiwa ini.

Kematian siswa SD di Ngada menjadi sorotan nasional karena dipicu kemiskinan, termasuk ketidakmampuan membeli alat tulis.

“Saya sampai ditelepon oleh banyak menteri karena hal ini. Ini alarm untuk pemerintah karena banyak warga daerah yang hidup dengan kondisi serupa,” kata Melki.

Ia juga mengkritik lambannya respons pemerintah daerah setempat.

“Mati hanya karena miskin. Agak terganggu juga saya,” ujarnya.

“Saya WA [whatsapp] pimpinan daerahnya lama juga merespons. Jadi saya minta orang saya sendiri turun cek,” lanjutnya.

Ia juga menyentil absennya pemerintah daerah saat pemakaman korban.

“Pemerintah daerah harus segera mengurus makam anak tersebut,” kata Melki.

“Kirim orang secara resmi dari Pemda Ngada, sebagai pemerintah kami gagal urus warga negara kalau begini. Malu saya sebagai Gubernur! Masa ada warga negara mati hanya gara-gara begini,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang siswa SD ditemukan tewas tergantung di pohon cengkeh, Kamis (29/1).

Polisi menemukan surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibunda korban.

Korban sempat meminta uang untuk membeli buku dan pena, namun tidak dapat dipenuhi karena ibunya tidak punya uang.