Berita

Menteri PPPA Tanggapi Siswa SD Ngada Bunuh Diri, Soroti Kerentanan

122
×

Menteri PPPA Tanggapi Siswa SD Ngada Bunuh Diri, Soroti Kerentanan

Sebarkan artikel ini
siswa-sd-bunuh-diri-di-ngada,-menteri-pppa:-anak-laki-laki-pun-butuh-didengarkan
siswa sd bunuh diri di ngada, menteri pppa: anak laki laki pun butuh didengarkan

Ngada – Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menanggapi kasus dugaan bunuh diri YBS (10), siswa SD di Ngada, NTT.

YBS ditemukan meninggal dunia pada akhir Januari 2026.

Sebelumnya, korban sempat meminta uang untuk membeli alat tulis.

Di dekat jasad YBS, ditemukan surat berbahasa daerah.

Menteri Arifah menyoroti kerentanan anak laki-laki sebagai penyebab kejadian ini.

“Anak laki-laki juga memiliki kerentanan yang sering kali tidak terlihat,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Data Kementerian PPPA mencatat, lebih dari 6.000 anak laki-laki menjadi korban kekerasan sepanjang 2025.

Kekerasan tersebut meliputi fisik, psikis, dan seksual.

Kementerian PPPA mendorong Pemda Ngada merekrut psikolog klinis.

“Tim profesi ini diperlukan untuk memberikan ruang aman bagi anak dan perempuan,” pungkas Arifah.