Ecozone

IHSG Melemah ke Level 5.875 Setelah Terkoreksi 0,35 Persen Sepekan

15
×

IHSG Melemah ke Level 5.875 Setelah Terkoreksi 0,35 Persen Sepekan

Sebarkan artikel ini
8d812cdbb95200c9ddeb7b1c70d957a9.jpg
8d812cdbb95200c9ddeb7b1c70d957a9.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja negatif sepanjang periode perdagangan 29 Juni hingga 3 Juli 2026.

Pasar modal Indonesia mengalami tekanan jual yang cukup signifikan yang memicu pelemahan indeks di penutupan akhir pekan.

IHSG ditutup pada level 5.875,780 atau terkoreksi sebesar 0,35 persen dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya di level 5.896,134.

Penurunan indeks ini selaras dengan kontraksi yang terjadi pada nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kapitalisasi pasar BEI menyusut sebesar 0,14 persen dari Rp 10.302 triliun menjadi Rp 10.287 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi adanya penurunan aktivitas perdagangan yang cukup tajam selama periode tersebut.

“Frekuensi transaksi harian Bursa selama sepekan turut mengalami perubahan sebesar 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi dari 1,73 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi BEI, Sabtu (4/7/2026).

Selain frekuensi, rata-rata nilai transaksi harian juga menunjukkan tren penurunan yang cukup dalam.

Nilai transaksi harian merosot hingga 35,90 persen, yakni dari posisi Rp 17,58 triliun menjadi Rp 11,27 triliun pada pekan ini.

Kautsar menambahkan bahwa volume transaksi harian juga tidak luput dari koreksi yang cukup signifikan.

“Volume transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 30,35 persen menjadi 17,54 miliar lembar saham dari 25,18 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ungkapnya.

Data perdagangan mencatat aksi lepas saham oleh investor asing masih terus berlanjut hingga penutupan sesi terakhir.

Pada perdagangan Jumat (4/7), investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 6,08 miliar.

Akumulasi aksi jual oleh investor asing sepanjang tahun berjalan 2026 kini telah mencapai angka Rp 74,42 triliun.

Kondisi pasar yang lesu ini mencerminkan sentimen pelaku pasar yang cenderung berhati-hati dalam menempatkan aset mereka.

Penurunan volume dan nilai transaksi menunjukkan berkurangnya minat beli di pasar saham domestik selama sepekan terakhir.

Para analis menilai fluktuasi ini dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan domestik yang menahan laju pertumbuhan bursa.

Meskipun terjadi penurunan, pasar saham diharapkan dapat segera kembali pulih dengan adanya katalis positif di pekan berikutnya.

Manajemen BEI terus memantau dinamika pasar untuk memastikan kegiatan perdagangan tetap berjalan dengan kondusif dan transparan.

Kinerja IHSG akan terus menjadi sorotan utama bagi para investor dalam menentukan arah strategi portofolio investasi mereka ke depan.

Faktor ketidakpastian ekonomi global seringkali menjadi pemicu utama bagi investor asing untuk menarik modalnya dari pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Pihak bursa tetap berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal guna menjaga stabilitas transaksi di tengah situasi pasar yang fluktuatif.