Ecozone

Respons Manajemen GoTo Terkait Kabar PHK Massal di Tokopedia

21
×

Respons Manajemen GoTo Terkait Kabar PHK Massal di Tokopedia

Sebarkan artikel ini
c3229270dfaa024836a176c90768a3d8.jpg
c3229270dfaa024836a176c90768a3d8.jpg

Jakarta, Fenesia.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memberikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menerpa PT Tokopedia.

Manajemen GOTO menegaskan bahwa langkah efisiensi yang dilakukan oleh pihak TikTok di Tokopedia tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan perseroan.

Pihak manajemen menyatakan tetap menghormati segala keputusan strategis yang diambil oleh manajemen Tokopedia selaku entitas di mana GOTO menanamkan modal.

“Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di PT Tokopedia, menghormati setiap langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi,” tulis manajemen GOTO dalam tanggapan resmi kepada bursa, Jumat (3/7/2024).

Klarifikasi ini muncul setelah beredar spekulasi mengenai pemangkasan ribuan karyawan di Tokopedia yang dilakukan oleh pihak ByteDance selaku induk usaha TikTok.

GOTO menjelaskan bahwa sejak Januari 2024, kepemilikan saham mereka di Tokopedia telah terdilusi menjadi 24,99 persen.

Perubahan porsi kepemilikan saham ini menyebabkan GOTO tidak lagi melakukan konsolidasi laporan keuangan Tokopedia ke dalam pembukuan perusahaan.

Saat ini, investasi GOTO di Tokopedia dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai dengan standar akuntansi PSAK 228 tentang Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama.

Dampaknya, setiap potensi kerugian atau keuntungan dari Tokopedia hanya terbatas pada porsi ekuitas yang dimiliki perseroan saat ini.

“Sehubungan dengan berita mengenai rencana penyesuaian organisasi oleh PT Tokopedia, berdasarkan estimasi perseroan tidak terdapat dampak material terhadap bagian perseroan atas laba atau rugi bersih PT Tokopedia,” tambahnya dalam surat tersebut.

Selain sisi keuangan, pihak perseroan juga memastikan bahwa efisiensi organisasi di Tokopedia tidak akan mengganggu pendapatan GOTO dari biaya layanan e-commerce.

Manajemen GOTO menegaskan bahwa tidak ada konsekuensi material baik dari sisi finansial maupun operasional nonkeuangan bagi perusahaan akibat kebijakan tersebut.

Menanggapi pertanyaan BEI mengenai rencana strategis ke depan, GOTO menyatakan tidak sedang menyiapkan tindakan khusus terkait kondisi internal Tokopedia.

Perseroan juga menegaskan belum memiliki rencana untuk mengubah atau melepas status kepemilikannya di PT Tokopedia dalam waktu dekat.

“Sampai dengan tanggal surat ini, perseroan tidak memiliki rencana dalam waktu dekat terkait kepemilikannya di PT Tokopedia,” ujar manajemen dalam keterangan tertulisnya.

Di sisi lain, isu PHK ini sempat mencuat melalui berbagai kanal informasi yang menyebutkan adanya potensi pengurangan tenaga kerja hingga 90 persen di Tokopedia.

Beberapa divisi yang dikabarkan terdampak cukup signifikan meliputi Divisi Riset dan Pengembangan (R&D), Divisi Keamanan (Trust and Safety), serta sektor keuangan.

Meski demikian, manajemen TikTok tidak memberikan konfirmasi resmi mengenai angka spesifik jumlah karyawan yang terdampak.

TikTok hanya menyampaikan bahwa penyesuaian organisasi dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Fokus penyesuaian tersebut diklaim diarahkan pada penguatan fungsi R&D agar operasional perusahaan menjadi lebih efisien.

GOTO sendiri berkomitmen untuk tetap memenuhi kewajiban keterbukaan informasi kepada publik sesuai dengan regulasi pasar modal yang berlaku di Indonesia.

Perusahaan berjanji akan segera mengumumkan setiap fakta material jika terdapat perubahan signifikan yang melibatkan kepentingan perseroan di masa mendatang.