Ecozone

Direksi Saratoga Serok Saham, Nilai Transaksi Tembus Rp3 Miliar

20
×

Direksi Saratoga Serok Saham, Nilai Transaksi Tembus Rp3 Miliar

Sebarkan artikel ini

Langkah ini merupakan bagian dari realisasi program insentif jangka panjang yang telah disiapkan oleh manajemen perseroan bagi jajaran direksinya.

7df32694a35a01dbd93739338eb2d3cd.jpg
7df32694a35a01dbd93739338eb2d3cd.jpg

Jakarta – Tiga petinggi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) secara serentak meningkatkan porsi kepemilikan saham mereka dalam perusahaan investasi milik Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari realisasi program insentif jangka panjang yang telah disiapkan oleh manajemen perseroan bagi jajaran direksinya.

Transaksi pembelian saham tersebut dilaporkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (3/7/2026)

Berdasarkan dokumen resmi, aksi korporasi ini telah dilaksanakan oleh para direktur pada Rabu, 1 Juli 2026.

Setiap saham yang diperoleh merupakan saham biasa dengan status kepemilikan langsung atas nama masing-masing direktur.

Direktur Devin Wirawan mencatatkan diri sebagai penerima saham dengan volume terbanyak dalam aksi korporasi tersebut.

Devin memperoleh tambahan kepemilikan sebanyak 834.700 lembar saham.

Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan saham Devin di Saratoga meningkat dari 7.937.000 menjadi 8.771.700 lembar saham.

Porsi hak suara Devin di perusahaan pun turut mengalami kenaikan dari 0,058 persen menjadi 0,064 persen.

Transaksi ini dilakukan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 1.560 per unit saham.

Nilai total investasi yang dikucurkan Devin untuk penambahan saham tersebut mencapai angka Rp 1,3 miliar.

Dalam laporannya yang dirilis pada Jumat, 3 Juli, Devin menegaskan bahwa langkah ini dilakukan murni untuk memenuhi ketentuan program insentif perusahaan.

Selain Devin, Direktur Lany Djuwita juga mengambil langkah serupa untuk menambah portofolio sahamnya.

Lany tercatat menerima tambahan sebanyak 806.200 lembar saham baru.

Peningkatan ini membuat total kepemilikan Lany naik dari 6.334.500 menjadi 7.140.700 lembar saham.

Secara persentase, hak suara Lany kini meningkat dari 0,046 persen menjadi 0,052 persen.

Nilai saham yang diperoleh Lany dalam transaksi tersebut mencapai nominal sekitar Rp 1,26 miliar.

Tambahan saham ini sekaligus memperkuat portofolio investasi Lany di Saratoga dengan pertumbuhan sekitar 12,7 persen dari total kepemilikan sebelumnya.

Presiden Direktur SRTG, Michael WP Soeryadjaya, juga terlibat dalam program insentif ini dengan menambah 219.300 lembar saham.

Kepemilikan saham Michael meningkat dari 5.410.800 menjadi 5.630.100 lembar saham.

Hak suara yang dimiliki orang nomor satu di Saratoga ini naik dari 0,039 persen menjadi 0,041 persen.

Nilai saham yang diterima Michael dalam transaksi ini mencapai kisaran Rp 342,1 juta.

Penambahan tersebut tercatat meningkatkan kepemilikan saham Michael sebesar 4,1 persen dari posisi awal.

Secara akumulatif, ketiga direktur tersebut telah menyerap sebanyak 1.860.200 lembar saham baru.

Total nilai transaksi dari aksi borong saham oleh para direktur ini mencapai angka Rp 2,9 miliar.

Harga pelaksanaan yang dipatok pada angka Rp 1.560 per unit saham menjadi acuan utama dalam transaksi tersebut.

Sebagai perbandingan, data perdagangan BEI menunjukkan harga saham SRTG sempat berada di level Rp 1.555 per saham pada penutupan perdagangan hari ini.

Angka tersebut mencerminkan kenaikan harian sebesar 1,63 persen atau 25 poin.

Namun, harga pasar saat ini masih berada sedikit di bawah harga pelaksanaan yang ditetapkan dalam program insentif direksi pada Rabu lalu.