Surabaya – Warga di sejumlah wilayah Jawa Timur melaporkan suhu udara terasa jauh lebih dingin dari biasanya saat malam hingga pagi hari. Fenomena yang dikenal dengan istilah bediding ini terjadi karena wilayah Jawa Timur tengah dilewati angin dari Benua Australia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda mencatat fenomena tersebut terjadi merata di berbagai daerah. Kondisi ini dirasakan mulai dari dataran tinggi seperti Malang Raya, Pasuruan Raya, dan Probolinggo, hingga wilayah dataran rendah dan pesisir seperti Surabaya Raya, Mojokerto Raya, Gresik, serta Lamongan.
Prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Rendy Irawadi, menjelaskan bahwa fenomena tahunan ini dipicu oleh pergerakan massa udara dari Benua Australia yang saat ini sedang mengalami musim dingin.
“Fenomena bediding ini disebabkan oleh aliran angin dari Australia yang bersifat dingin dan kering,” kata Rendy, Selasa (9/6).
Ia memaparkan, massa udara dingin tersebut bergerak menuju Indonesia melalui angin timuran. Karakteristik udara yang kering menyebabkan minimnya pembentukan awan di langit.
“Akibat tidak adanya penghalang berupa awan, panas matahari yang diserap bumi pada siang hari langsung terlepas secara cepat ke atmosfer saat malam hari. Kondisi inilah yang memicu penurunan suhu secara drastis menjelang dini hari,” ucapnya.
Menurutnya, udara dingin yang menusuk ini diprediksi tidak akan hilang dalam waktu dekat karena akan terus menyelimuti wilayah Jawa Timur sepanjang musim kering tahun ini.
“Bediding akan terjadi hingga akhir musim kemarau,” katanya.
Merespons fenomena ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak udara kering yang berpotensi memicu gangguan kesehatan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan suhu ekstrem antara siang dan malam.
Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga hidrasi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi, mengingat risiko dehidrasi tetap tinggi akibat menurunnya kelembapan udara.
Selain itu, BMKG mengeluarkan peringatan bagi para pengguna jalan. Udara dingin yang berpadu dengan kondisi atmosfer yang stabil berpotensi memicu kemunculan kabut pada pagi hari yang dapat mengurangi jarak pandang aman saat berkendara.







