Solo – Persis Solo resmi terdegradasi ke Championship setelah menempati posisi tiga terbawah pada klasemen akhir Super League musim 2025/2026. Kegagalan ini menghentikan perjalanan empat musim Laskar Sambernyawa di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Laju Persis Solo sepanjang musim ini memang tergolong berat. Pada sepuluh laga perdana di bawah asuhan Peter de Roo, klub ini hanya mampu mengemas satu kemenangan dan dua hasil imbang. Manajemen sempat melakukan perombakan kursi pelatih dengan menunjuk Milomir Seslija sebagai suksesor.
Meskipun performa tim sempat menunjukkan peningkatan pada putaran kedua setelah kedatangan sejumlah pemain asing baru, kebangkitan tersebut dinilai terlalu lambat. Bahkan, kemenangan 1-3 atas Persita Tangerang pada Sabtu (23/5/2026) tidak mampu menyelamatkan nasib mereka.
Persis harus turun kasta setelah hanya mengumpulkan 34 poin. Mereka kalah dalam hitungan head-to-head dari PSM Makassar yang menempati peringkat ke-15. Milomir Seslija mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, Persis memiliki kualitas infrastruktur dan dukungan suporter yang seharusnya tidak layak berada di posisi degradasi.
Nasib Persis Solo ini terjadi di tengah dinamika kekuatan baru dalam peta sepak bola tanah air. Di saat Laskar Sambernyawa harus kembali ke divisi bawah, Garudayaksa FC justru mencatatkan prestasi gemilang.
Klub yang baru berdiri pada Juni 2025 setelah mengakuisisi PSKC Cimahi tersebut kini memastikan diri promosi ke Super League musim depan. Garudayaksa FC mengunci tiket promosi setelah menjuarai Championship 2025/2026 usai menaklukkan PSS Sleman di partai final.
Persis Solo sendiri sempat mencuri perhatian pada tahun 2021 saat diakuisisi oleh Kaesang Pangarep. Di bawah kepemimpinan putra bungsu Presiden ketujuh RI tersebut, klub ini sempat merasakan promosi ke kasta tertinggi pada musim pertama akuisisi, namun kini harus kembali berjuang di kompetisi Championship.







