Seusai merayakan pergantian tahun 2022, saatnya kita merayakan perayaan selanjutnya yaitu tahun baru imblek. Tahun baru ini sangat di nantikan terutama bagi masyarakat Tionghoa khususnya. Berbagai tradisi Imlek yang menarik sudah Fenesia rangkum di tulisan berikut ini. Berikut adalah beberapa tradisi Imlek yang di jalankan di Indonesia.
1. Serba warna merah

Hal pertama yang identik dengan Imlek adalah serba berwarna merah. Warna merah banyak yang percaya akan membawa keberuntungan atau membawa hoki bagi masyarakat Tionghoa, serta melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan. Selain itu warna merah juga bisa mengusir Nian atau monster yang hidup di laut atau di dalam hutan yang biasanya keluar saat musim semi atau saat perayaan tahun baru imblek. Maka tidak heran dekorasi, pakaian sampai makanan saat perayaan imblek berwarna merah.
2. Membersihkan rumah

Membersihkan rumah sebelum perayaan Imlek bagi masyarakat Tionghoa mempercayai bahwa akan membuang segala keburukan yang dapat menghalangi keberuntungan yang akan datang. Bagi masyarakat Tionghoa ada juga hari yang yang terdapat larangan untuk membersihkan rumah yaitu 3 hari pertama setelah perayaan imblek masyarakat Tionghoa tidak boleh menyapu rumah sebab akan membuang keberuntungan yang masuk kerumah.
3. Angpao

Nah ini adalah hal yang paling banyak yang menantikan saat perayaan hari Imlek, angpao adalah simbol pemberian rezeki kepada anak-anak dan orang tua. Angpao hanya boleh diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada orang yang belum menikah saja. Jadi sebelum kamu menikah akan selalu mendapat angpao.
4. Kue Keranjang

Salah satu kue yang identik dengan tradisi Imlek di Indonesia adalah kue keranjang. Kue dengan bentuk bulat ini banyak di jual di supermarket, pasar, dan mal menjelang Tahun Baru Tionghoa. Dengan cita rasa yang manis, kenikmatan kue ini sudah pasti tidak diragukan. Memakan kue keranjang di negara asalnya, Tiongkok, dianggap sebagai simbol rezeki yang lebih baik di tahun baru.
5. Mengharap Turun Hujan

Tidak hanya berwarna merah, Imlek juga identik dengan hujan. Masyarakat Tionghoa selalu mengharap turun hujan saat Imlek hal ini terjadi karna hujan dianggap mendatangkan reski dan keberkahan dalam menjalankan kehidupan yang akan datang.
6. Kumpul Keluarga

Pada perayaan Imlek sama halnya dengan perayaan hari raya lainnya yaitu berkumpul nya keluarga dekat maupun yang sedang merantau. Mulai dari makan bersama di malam Imlek, kemudian dengan sembahyang di klenteng masih menjadi tradisi hingga kini.
7. Menyalakan Kembang Api dan Petasan

Saat merayakan tahun baru kurang pas jika tidak ada kembang api dan petasan. Sama seperti perayaan tahun baru pada umumnya, menyalakan petasan atau kembang api juga menjadi salah satu tradisi Imlek yang selalu ada. Namun biasanya petasan untuk tahun baru Imlek terbuat dari gulungan kertas merah dan bubuk mesiu. Suara petasan yang keras memiliki kepercayaan dapat menakut-nakuti roh jahat dan juga binatang jahat bernama Nian. Selain itu suara petasan juga berfungsi untuk menarik perhatian Guan Yu, seorang jenderal China yang sangat dihormati dan disembah sebagai dewa Tao.
8. Pertunjukan Barongsai

Ini lah yang paling banyak yang menunggu sekaligus sebagai simbol dari perayaan imblek. Pertunjukan ini yang paling populer tidak hanya di kalangan masyarakat Tionghoa tapi juga masyarakat umum lainnya. Barongsai identik dengan dua orang arkobat yang berkostum naga, satu orang di bagian kepala dan satu lagi di bagian tubuh naga.
9. Membuat suara bising

Tujuan dari pertunjukan Barongsai tidak hanya untuk pertunjukan saja tetapi juga bertujuan untuk membuat suara bising. Berawal dari monster yang muncul dan merusak sebuah kampung di daratan China dan membuat warga di sana ketakutan. Di tengah kecemasan itu muncul singa atau barongsai yang kemudian mengusir monster tersebut. Namun monster tersebut kembali menyerang kampung penduduk, sehingga warga kemudian menyamar menjadi singa untuk menakuti monster. Dari sinilah pertunjukan barongsai tetap terlaksana sebagai simbol untuk mengusir pertanda buruk ketika menjelang perayaan Imlek
10. Ibadah di Kuil

Ibadah di kuil menjadi tradisi Imlek yang menjadi kewajiban setiap tahunnya sama halnya dengan perayaan hari raya lainnya. Biasanya, ini akan terlaksana di hari ketiga saat tahun baru China nanti. Selain untuk beribadah, ini juga untuk menyaksikan aneka tarian budaya. Seperti barongsai ataupun tarian naga lain yang cukup meriah.
Penulis : Nurmaini







